Dota 2 A

Dota 2: Ketika Valve Dan Blizzard Saling Klaim Sebagai Pemilik

http://www.jordans11.net – Pemain mana sih saat ini yang tidak mengenal permainan Dota 2? Permainan game online ini bermula dari sebuah perusahaan yang bernama Blizzard yang melakukan sebuah pengembangan Map pada permainan Warcraft. Setelah itu, Dota pun terus berkembang terus menerus setiap tahun nya yang pada akhir nya mulai diadaptasikan oleh perusahaan Valve yang akhirnya menghadirkan permainan Dota 2 untuk kita semua. Permasalahan pun terjadi setelah itu dimana para kedua perusahaan raksasa tersebut akhirnya saling klaim atas kepemilikan pada Permainan Online tersebut.

Baca Juga Far Cry 5: Pemain Dapat Merancang Sendiri Karakternya

Permasalahan pun akhirnya terjadi pada ke 2 perusahaan tersebut. Valve dan Blizzard saling beranggapan bahwa merekalah yang berhak memiliki Permainan Online tersebut. Di lain pihak, Blizzard adalah awal mula hadirnya Permainan Online Dota yang setelah itu mulai dikembangkan oleh perusahaan Valve sehingga menjadi seperti sekarang dan menghadirkan permainan Dota 2. Pada Akhirnya, permasalahan pada kedua perusahaan tersebut dihidangkan sampai ke pengadilan.

Akhirnya persidangan pun akan memberikan hak perihal kepemilikan yang akan diputuskan dalam waktu dekat ini. Menariknya, kejadian seperti ini telah terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Dua developer , yaitu Permainan Lilith  dan uCool juga pernah membuat sebuah Permainan Online yang meniru permainan Dota 2. Akibatnya, kedua developer tersebut harus berurusan dengan hukum atas laporan Valve.

uCool pun menjelaskan bahwa permainan Dota adalah sebuah Permainan Online yang dikembangkan dengan basis open source.

Oleh karena itu, siapapun di izinkan untuk memakai source code dari permainan tersebut.  Merekapun mengambil pernyataan tersebut dari kreator asli Dota , Eul saat wawancara forum di tahun 2004. Eul pun hanya meminta kredit namanya.

Tetapi, ada hal yang juga harus dijadikan sebuah pertimbangan bahwa seorang moder Permainan Online bokep online sebenarnya tidak dapat menjual hasil kreasinya untuk kepentingan komersial. Terutama tanpa meminta izin dari perusahaan yang telah meluncurkan Warcraft yaitu Blizzard. Oleh sebab itu, seharusnya Eul tidak lah memiliki izin untuk mengatakan pernyataan tersebut bahwa Dota sebagai sebuah Permainan Online berbasis open source.

Leave a Reply

Comment
Name
Mail
Website