Ketika Valve Dan Blizzard Saling Klaim Sebagai Pemilik DotA 2

Gamers mana sih saat ini yang tidak mengenal permainan DotA 2? Permainan ini bermula dari sebuah perusahaan yang bernama Blizzard yang melakukan sebuah pengembangan Map pada permainan Warcraft. Setelah itu, DotA pun terus berkembang terus menerus setiap tahun nya yang pada akhir nya mulai diadaptasikan oleh perusahaan Valve yang akhirnya menghadirkan permaiann DotA 2 untuk kita semua. Permasalahan pun terjadi setelah itu dimana para kedua perusahaan raksasa tersebut akhirnya saling klaim atas kepemilikan pada game tersebut.

Permasalahan pun akhirnya terjadi pada ke 2 perusahaan tersebut. Valve dan Blizzard saling beranggapan bahwa merekalah yang berhak memiliki game tersebt. Di lain pihak, Blizzard adalah awal mula hadirnya game DotA yang setelah itu mulai dikembangkan oleh perusahaan Valve sehingga menjadi seperti sekarang dan menghadirkan permainan DotA 2. Pada Akhirnya, permasalahan pada kedua perusahaan tersebut dihidangkan sampai ke pengadilan.

Akhirnya persidangan pun akan memberikan hak perihal kepemilikan yang akan diputuskan dalam waktu dekat ini. Menariknya, kejadian seperti ini telah terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Dua developer , yaitu Lilith Games dan uCool juga pernah membuat sebuah game yang meniru permainan DotA2. Akibatnya, kedua developer tersebut harus berurusan dengan hukum atas laporan Valve.

uCool pun menjelaskan bahwa permainan DotA adalah sebuah game yang dikembangkan dengan basis open source.

Oleh karena itu, siapapun di izinkan untuk memakai source code dari permainan tersebut.  Merekapun mengambil pernyataan tersebut dari kreator asli DotA, Eul saat wawancara forum di tahun 2004. Eul pun hanya meminta kredit namanya.

Tetapi, ada hal yang juga harus dijadikan sebuah pertimbangan bahwa seorang moder game sebenarnya tidak dapat menjual hasil kreasinya untuk kepentingan komersial. Terutama tanpa meminta izin dari perusahaan yang telah meluncurkan Warcraft yaitu Blizzard. Oleh sebab itu, seharusnya Eul tidak lah memiliki izin untuk mengatakan pernyataan tersebut bahwa DotA sebagai sebuah game berbasis open source.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*